Iseng-iseng Bikin





klo yang ini dibikiin masQ tercinta





klo yang ini dibikiin masQ tercinta
Sesuatu yang simple atau sederhana tapi cukup menunjukkan kalau itu aku. Mungkin hal itulah yang ingin aku sampaikan lewat logoku. Kesederhanaan itu aku tunjukin lewat cuma 3 warna yang aku pilih untuk logoku, yaitu hitam, putih, dan biru muda. Hitam dan putih menunjukkan sesuatu yang netral, sementara warna biru muda menunjukkan suatu ketenangan dengan warnanya yang kalem. Untuk tulisan My_dee sebenarnya cuma iseng-iseng aja. My dibaca May, Dee dibaca Di. Kalau dibaca semua jadinya Maydi.

Manusia terlahir kedunia oleh Tuhan dikaruniai sesuatu yang orang lain tidak dapat mengusiknya, yaitu yang lebih kita kenal dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Salah satu dari hak tersebut adalah kemerdekaan, dimana manusia diberi kebebasan untuk mempertahankan hidupnya dengan berbagai cara dan upaya, tentunya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya akan terjadi interaksi antara manusia satu dengan yang lainnya. Dalam berinteraksi tentunya akan muncul gagasan atau pikiran yang akan disampaikan kepada orang lain. Penyampaian atau pengungkapan inilah yang yang dimaksud dengan penyampaian pendapat.
Dari uraian tersebut dapat lita simpulkan bahwa kemerdekaan mengeluarkan pendapat merupakan salah satu karunia Tuhan yang sangat berharga. Sepatutnya kita pahami bersam bahwa setiap orang mempunyai kepentingan untuk dapat mengemukakan pendapatnya secara bebas tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Sebab adanya batasan atau tekanan orang akan merasa khawatir atau takut untuk menyampaikan pendapatnya, dan hal ini merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).
Pasal 19 UUD 1945: “Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat atau mengeluarkan pendapat; hal itu meliputi kebebasan mempertahankan pendapat dengan tanpa gangguan, serta mencari, menerima, dan meneruskan segala informasi dan gagasan, melalui media apapun dan tanpa memandang batas”.
Apabila kebebasan berpendapat dikekang, maka akan timbul gejolak-gejolak ataupun ganjalan-ganjalan dalam hati banyak orang, yang suatu ketika dapat meledak dalam bentuk sikap-sikap dan perbuatan yang tidak baik.
Meskipun kita memiliki hak kebebasan dalam mengeluarkan pikiran ataupun pendapat, namun kebebasan itu bukan kenenasan mutlak yang tanpa batas. Kebebasan yang kita jalani adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan kita dibatasi oleh kebebasan orang lain, nilai-nilai, dan norma-norma yang berlaku dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kita tidak boleh memaksakan kehendak dan pendapat kita.
Hi guys! I will tell you about tortoise. Tortoise is a kind of sea turtle. Tortoise founded in the all of ocean, has been there since in the dinosaurs period. Tortoise is a scaly animal and has four legs. This animal has particular characteristic is bony shell that hard and stiff. The bony shell there is two parts. Part of upper bony shell is carapace and part of under bony shell is plastron. The body size is varieties. It is the largest of the tortoise, measuring 2 m in length at maturity, and 1 to 1.5 m in width, weighing up to 650 kg. Tortoise has cycles to produce egg. While tortoise male spent time in the sea, tortoise female sometimes turn up on the land to produce egg. The female like sandy beach, there are no people, and light as place to produce eggs in the hole that dug with pair of back leg. Tortoise can live tens year. Most land based tortoises are herbivore, feeding on grazing grasses, weeds, leafy greens, flowers, and some fruits. Although in the live is spending in the water but sometimes turn up on the surface to take breath because tortoise is breathing with lungs. I love tortoise because it’s very funny.
Sahabat, satu kata yang selalu bikin aku bahagia banget. Karna di deketku slalu ada sahabat yang nemenin, baik susah maupun senang. Aku ngrasa hidup ini jadi lebih lengkap karna hadirnya sahabat. Aku menyadari klo sahabat kadang bikin kita jengkel. Kadang aku ngrasa sahabatku itu jadi musuh. Itu semua hal yang wajar karna memang nggak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Sahabat kita pun bukanlah orang yang sempurna, yang harus sesuai dengan tuntutan kita. Tapi karna ketidaksempurnaan itulah dunia kita jadi lebih indah dan terasa lengkap.
Buat sahabat-sahabatku dari TK sampe’ sekarang, Oyic, Tika, Bunda Tining, and Mbok Dhe Puput makasih buat semuanya yang udah pernah kalian kasih ke aku. Semangat, dukungan, ejekan, nasehat, bantuan dan yang lainnya lagi masih banyak n nggak bisa aku sebutin. Maafin juga semua kesalahanku yang disengaja atau nggak! Kalian teman, sahabat, saudara/keluarga yang tercinta, tersayang buat aku.
Buat sahabat-sahabatku SMP, Oyic, Dyah N Lia, makasih udah kasih aku kenangan yang bikin aku jadi lebih dewasa buat ngejalanin hidup aku! Makasih juga buat pengertiannya slama ini ke aku, apalagi klo aku lagi nyolot. Waktu SMP aku juga sering banget curhat sama Mama Voni. Makasih yah Ma, udah dengerin curhatanku yang itu-itu melulu and kedengeran basi banget!
And……
Buat sahabat-shabatku di CASTHA, Ria, Keli, Merda, Devi and Endog, makasih atas kekonyolan, kegilaan, contekan-contekan yang pernah kalian bagi ke aku. Aku nggak bakal lupa saat-saat kita ketawa-ketiwi bareng, gila-gilaan bareng, jajan bareng, contekan rame-rame, bikin kerpean, nyanyi di kelas, ngerjain orang, and masih banyak lagi deh. Kita emang baru beberapa bulan kenal, tapi kita bisa kompak+kemracak kayak sekarang ini. Tetep jaga persahabatan kita yaw!!!
Bagi semua orang penyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang harus dihindari karena hingga kini penyakit ini belum ada obatnya. Tapi bagaimanakah dengan orang yang sudah positif terkena penyakit HIV/AIDS? Hidupnya pasti sangatlah tidak mudah untuk dijalani. Terutama dalam beradaptasi dengan orang yang berada di sekitarnya. Pasti terjadi diskriminasi terhadapnya. Diskriminasi ini terjadi ketika pandangan-pandangan negatif mendorong orang yang berada di sekitarnya untuk memperlakukan orang tersebut secara tidak adil yang didasarkan pada prasangka mereka akan status HIV orang tersebut. Diskriminasi memperparah penderita HIV/AIDS. Mereka menghambat usaha pencegahan dan perawatan dengan memelihara kebisuan dan penyangkalan tentang HIV/AIDS seperti juga mendorong keterpinggiran penderita HIV/AIDS dan mereka yang rentan terhadap infeksi HIV. Mengingat HIV/AIDS sering diasosiasikan dengan seks, penggunaan narkoba dan kematian, banyak orang yang tidak peduli, tidak menerima, dan takut terhadap penyakit ini di hampir seluruh lapisan masyarakat. Contoh diskriminasi meliputi para pegawai rumah sakit atau penjara yang menolak memberikan pelayanan kesehatan kepada penderita; atasan yang memberhentikan pegawainya berdasarkan status atau prasangka akan status HIV mereka; atau keluarga dan masyarakat yang menolak mereka yang hidup, atau dipercayai hidup, dengan HIV/AIDS. Tindakan diskriminasi semacam itu adalah sebuah bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Diskriminasi yang dihubungkan dengan penyakit menimbulkan efek psikologi yang berat tentang bagaimana penderita melihat diri mereka sendiri. Hal ini bisa mendorong, dalam beberapa kasus, terjadinya depresi, kurangnya penghargaan diri, dan keputusasaan. Seharusnya lebih sering lagi diadakan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS. Bukan hanya bahayanya saja tapi juga pencegahan, cara penularan, dan bagaimana penanggulangannya. Sosialisasi ini diberikan pada seluruh lapisan masyarakat, agar semuanya bisa mengerti bahwa tidak seharusnya kita menghindari penderita HIV/AIDS, tapi kita harus menghindari penyakitnya. Selain itu dalam menghadapi penderita, kita harus memberinya semangat dalam menjalani hidup agar dia merasa diperhatikan.
aku memang tak pernah tau akan tentangmu
dalam kehidupanku pun dirimu tak pernah ada
tapi entah kenapa aku selalu menginginkan sosokmu
selalu rindu akan membayangkanmu
bayangan akan seseorang yang baik hati, penyayang, sopan dan bisa menerima aku apa adanya
seseorang yang bisa jadi kakak, ayah, teman, sahabat, pacar,dan seseorang yang bisa mengerti aku di saat aku dalam keadaan apapun
dari dulu aku memang tak pernah mendapatkan sosok sperti itu slain kakakku
tapi aku masih berharap akan hal itu
Kala sang surya tiba
Senyumanmu menyapa dengan ramah
Kita berjalan bersama
Menyongsong hari yang cerah
Kita lalui hari bersama
Kita duakan segalanya
Bercanda bergurau
Berbagi bersama, berbagi cerita
Dalam dunia fatamorgana
Masihkah dapat ku temui, seorang sepertimu sobat?
Dalam sudut dunia yang lain?
Kau terus temani
Langkah demi langkah kita jalani
Setapak demi setapak kita lalui
Berbekal kepercayaan dan kasih suci
Tergenggam erat tangan kita
Bagai rantai dari baja
Takkan terpisahkan
Walau badai menghantamnya
Tak pernah terpikir olehku
Begitu cepat kau tinggalkanku
Seorang diri disaat sepi
Ratapi nasib yang tak kunjung membaik
Engkau bagikan mutiara dalam hatiku
Yang telah melindungi dan menghiasi hatiku
Dengan cahaya gerlapmu
Sobat…
Apakah kau tau isi hatiku?
Perasaan yang ku pendam
Perasaan yang mengganjal
Untuk melangkah bersama
Semua itu seakan menghentikanku
Seiring dengan berjalannya waktu
Sobat…
Maafkan aku
Aku harus pergi meninggalkanmu
Persahabatan yang kita jalin
Seakan hilang dimakan api
Api yang sangat membara
Dan sulit dipadamkan
Sobatku…
Aku rindu kebiasaan-kebiasaan itu
Kebiasaan yang sering ku lakukan bersama
Untuk melipur duka lara
Sobat…
Persahabatan bagiku adalah segalanya
Hanya persahabatanlah yang menyatukan kita
Saat senang maupun susah
Persahabatan yang mendamaikannya
Tahukah kau wahai sobatku
Kini ku hanya dapat menebar harap
Jalinan persahabatan ini
Kan abadi sepanjang masa
puisi ini karyaku bareng ma temen-temenku untuk nyelesein tugas bahasa Indonesia
Judul ini sangat tepat untuk menceritakan kejadian yang baru aja aku alami. Hari Minggu tanggal 29 Maret aku nyewa sebuah novel teenlit yang berjudul “Jerawat? Gue Banget!!!”. Sebenernya aku nggak begitu minat liat covernya tapi abis aku baca judul and sinopsisnya, aku langsung tertarik. Bab demi bab aku baca dengan teliti dan yang jelas aku cermati dengan sepenuh hati. Baru awal aku baca, aku langsung jatuh cinta sama novel karya Mya Ye itu. Sebuah novel yang menceritakan tentang kehidupan seorang cewek bernama Kiki yang paling benci sama mukanya sendiri. Karena di situ lah tempat tumbuh subur jerawat-jerawatnya. Dia slalu aja bertanya pada dirinya sendiri
kenapa dia harus berjerawat?. Baginya ongkos pengobatan jerawat itu mahal karena hidupnya pas-pasan. Dia harus kerja sambil kuliah. Untung dia punya tiga sahabat yang baik banget sama dia. Mereka bertiga membantu Kiki dalam mengatasi jerawatnya. Menurut mereka, muka Kiki banyak jerawatnya karena stres. Memang benar sich slama ini Kiki sering banget stres. Karena kehidupannya yang tidak menyenangkan. Dia harus tinggal seatap dengan ayah tirinya yang sama sekali tidak cocok dengannya. Selain itu setelah dia lulus SMA, dia bingung bagaimana harus kuliah. Orang tuanya tidak mampu membiayainya. Tapi untunglah dia mendapat bantuan dari pamannya. Untuk menambah uang saku, dia juga harus bekerja sambilan menjadi waitress di sebuah café yang nggak banget menurutnya. Untunglah dia cewek yang tegar. Dan menurut ketiga sahabatnya cara yang tepat untuk menghilangkan stres adalah kalo dia punya cowok. Tapi cowok mana yang mau dengan cewek yang mukanya penuh jerawat begini?. Slama ini Kiki sebenernya naksir berat sama temen satu kampusnya bernama Adri. Namun setelah bisa deket dengan Adri, Adri kayak cuma kasih dia harapan doang. Dan gara-gara kecerobohan temennya Adri jadi tau kalo slama ini Kiki suka sama dia dan ingin jadi pacarnya. Adri pun mengklarifikasi hal ini pada Kiki dan menjelaskan bahwa dia tidak bisa menjadi pacar Kiki. Secara tidak langsung Adri menolak Kiki. Hal itu membuat Kiki sedih. Saat Adri mengklarifikasi pada Kiki ternyata ada yang mendengarkan pembicaraan mereka. Dan orang itu adalah Oka, rekan kerja Kiki. Cowok yang menyebalkan bagi Kiki karna sering banget ngajak Kiki adu mulut. Tapi setelah dia tau apa yang dialami Kiki, dia menjadi malaikat tempat Kiki curhat. Nggak tau kenapa sekarang Kiki jadi akrab banget sama Oka. Oka sering main ke rumahnya. Berkat Oka juga dia jadi tau kenapa slama ini nggak ada cowok yang suka sama dia termasuk Adri. Dan endingnya mereka jadian. Kehidupan Kiki ini hampir mirip dengan kehidupan aku. Aku punya seabrek jerawat di muka, trus aku punya tiga sahabat yang ngertiin aku banget, dan aku pernah deket ma cowok tapi cuma dikasih harapan doang abis tu ditinggal gitu aja. Memang nyakitin punya kehidupan seperti Kiki, tapi inilah kehidupan yang aku jalani. Dan aku pengen bisa kayak Kiki yang selalu tegar. Bagian dari novel ini yang paling aku suka waktu percakapan antara Oka dan Kiki di sebuah café. Nih aku cuplik sedikit percakapannya:
“Denger ya, Non! Masalahnya bukan apa yang kurang dari lo, tapi karena lo selalu nggak pede. Itu aja. Makanya kekecewaan lo selalu berlebihan terhadap segala sesuatu. Padahal masalahnya sederhana aja.
“Lo nggak bisa dapetin Adri. Lo pikir karena lo jelek, jerawatan, dll. Siapa tau aja memang benar karena dia hanya nganggap lo sebagai teman, kan? Sama sekali nggak ada hubungannya sama jerawat. Tapi lo sangkut-sangkutin terus ke situ. Lama-lama lo jadi minder sendiri. Sekali-sekali mikir positif apa salahnya sih, Ki?”
“Tapi kenapa dia tega ngasih harapan sama gue?” tanya Kiki memelas. “Dia bener-bener baik sama gue, Care. Karena itu nggak salah kan kalo gue jadi punya kesimpulan lain tentang dia?”
“Satu lagi, lo tuh suka terlalu polos, ya?” Oka tersenyum simpul. “Emangnya semua cowok yang baik sama lo berarti dia ada hati, gitu?”
“Tapi dia mau nganterin gue ke mana-mana, Ka. Ke Jakarta juga dia mau. Terus waktu itu dia ngajak gue nonton juga…”
Biarpun akhirnya batal, Kiki menyambung kalimatnya dalam hati. Untuk satu dan lain sebab, dia tidak mau Oka sampai mengetahui hal ini. Memalukan!
“Emangnya, menurut lo, kalo cuma teman biasa dia nggak boleh nganter lo ke mana-mana? Nggak boleh care sama lo? Aturan dari mana tuh?”
“Tapi buat gue, perhatian dia yang kayak gitu tuh udah termasuk special. Sangat special.”
“Tapi nggak buat dia…”
Kiki menghela napas jengkel. Entah jengkel buat siapa. Buat Adri yang sudah mengecewakannya? Buat Oka yang selalu berterus terang tapi hampir semua omongannya benar? Atau buat dirinya sendiri?
“Tapi paling nggak kan dia nggak usah nyakitin gue smapai begitunya. Nggak usah nolak terang-terangan banget gitu lho.”
“Jadi lo lebih suka kebohongan yang manis?” lagi-lagi Oka tertawa kecil. “Dasar cewek! Aneh. Ajaib. Tapi nyata.”
“Eh, stop! Udah! Udah! Anterin gue pulang sekarang!” runtuk Kiki sewot. Dengan cepat dia berdiri setelah menaruh uang untuk membayar pesanannya di meja.
Oka ngakak. “Oh ya, satu lagi. Lo suka kelewat galak sama cowok. Mana ada yang betah pacaran sama macan? Hahaha…”
Uhh tuh percakapan aku banget. Setelah baca novel ini aku jadi tau kalo slama ini aku tuh kayak gitu. Slalu kepedean dulu. Andai aja aku bisa ketemu yang nulis novel ini. Salut deh buat Mya Ye. Walaupun aku nggak kenal dan sama sekali nggak tau siapa dia, tapi aku pengen ucapin makasih berkat novel ini aku jadi lebih ngerti tentang diriku. And bagi semuanya yang baca ini mohon maaf kalo ada salah atau mungkin aku nyeritainnya nggak persis banget sama novelnya alias disingkat dikit-dikit.
Pengen banget aku berbagi cerita konyolku waktu aku kelas 8 SMP dulu bersama 2 sahabat baikku pada semua pembaca blogku ini. Entahlah dalam bentuk karangan apa yang akan kusajikan yang jelas pengalaman ini bermakna banget buat aku dan member aku 1 pelajaran penting bahwa sikap rame di dalam kelas nggak ada untungnya. Selamat menikmati.
Dulu waktu aku kelas 8 SMP, bagiku hari Selasa adalah hari yang paling mengerikan karena aku dan teman-temanku satu kelas akan berhadapan dengan guru Bahasa Daerah yang terkenal killer. Tapi, menurutku guru tersebut nggak 100% killer deh. Asalkan nggak rame aja, kita selamat dari amukannya. Kalau kita rame sama aja kita cari gara-gara sama tu orang. Dan itulah yang terjadi sama aku pada waktu itu.
Waktu itu abis jam istirahat, aku dan dua sahabatku sedang asyik bercanda dan bercerita di kelas. Tiba-tiba aja guru killer itu dateng and sontak deh semua anak di kelas pada diem. Hari itu dijadwalkan pelajaran bahasa daerah melanjutkan bercerita pengalaman pribadi yang mengesankan menggunakan bahasa Jawa yang minggu kemarin sempat tertunda karna jam pelajaran udah abis. Aku dan dua sahabatku, Lia dan Dyah udah maju minggu kemarin tinggal satu sahabatku, Tory, yang belum maju. Baik yang udah maju maupun belum wajib mendengarkan dengan baik teman yang sedang bercerita. Tapi hal itu kayaknya nggak berlaku buat aku, Dyah dan Tory. Kita bertiga malah asyik ngobrol. Sementara Lia cuma diem dan nggak ikut nimbrung soalnya dia lagi nggak mood ngobrol. Ngobrol asyik sempat berhenti karna waktunya Tory maju buat cerita. Abis dia balik ke bangku, ngobrol lanjut lagi. And tiba-tiba aja kita bertiga ditegur guru itu. Ngobrol dihentikan.
Aku pikir kita bertiga cuma ditegur biasa, ternyata nggak. Abis semuanya bercerita, kita bertiga dipanggil ke depan untuk menulis huruf Jawa di papan tulis. Dyah kebagian aksara Jawa biasa, Tory kebagian Pasangan huruf Jawa, dan aku aksara Jawa Murda. Mati aku!. Alamat deh bengong doang di depan. Sebenernya untuk menulis aksara Jawa dan pasangannya aku bisa tapi untuk aksara Murda, aku belum mengenalnya karna baru akan dipelajari minggu depan. Aku berusaha tanya pada salah satu temanku yang duduk di bangku paling depan. Yah, OK lah 2 huruf terlewati. Tapi 6 huruf lainnya entahlah. Akhirnya guru itu menghampiriku dan sedikit membantuku. Abis 6 huruf aku tulis, aku disuruh duduk. Uhhhh untunglah.
Dari kejadian hari itu, bisa kuambil satu pelajaran penting yaitu, waktu di kelas jangan rame!!!